Cybernovel Forum Index Cybernovel
Meet and Greet! Welcome To The New Cybernovel!
 
 FAQFAQ   SearchSearch   MemberlistMemberlist   UsergroupsUsergroups   RegisterRegister 
 ProfileProfile   Log in to check your private messagesLog in to check your private messages   Log inLog in 

  Navigation
Forum
Memberlist
FAQ
Search
Recent Topics

  Warning & Notices

This Section Is For Warning/Notices.

Be careful to close all HTML commands and all quotes.

  Statistics

We have 65 registered users

The newest registered user is z-laverainneta

Our users have posted a total of 249 articles within 57 topics
 

  ShoutBox

Login to Shout

  Great Links

Put Links Here!

Welcome To My World!

IT'S ALIVE! IT'S ALIVE!

  [R] Mencari Cinta
Posted by Vanie La Black @ Sun Nov 04, 2007 8:28 pm
BAB 1

Amanda merasakan bahwa ia berhak bahagia. Ia ingin menjadi berarti dengan datangnya cinta kedalam hidupnya. Tapi sepertinya ia tidak ditakdirkan untuk itu. Amanda hanya cewek biasa yang hidupnya sangat monoton. Pagi sekolah, siang sampai sore les privat dan malamnya belajar. Dan itu berlangsung hampir seminggu penuh... tapi untunglah tampangnya tak seaneh anak kutu buku lainnya. Adik papanya adalah seorang desainer ternama, dan tantenya itulah yang telah berjasa memberi Amanda masukan tentang mode. Selain pintar, cantik, stylish, Amanda juga anak pengusaha sukses, papa dan mamanya berkecimpung di dunia travel tour mancanegara. Dan beruntungnya lagi ia adalah anak semata wayang di rumah ini. Semua kebutuhannya selalu tercukupi, bahkan lebih dari cukup. Tapi sayang tak ada satupun cowok yang terbiasa berlama-lama di dekatnya. Karena ia populer sebagai cewek galak, blak-blakan, dan jutek.
Dan Amanda sendiri nggak tahu, kenapa sifat itu hanya muncul di depan cowok.... Dan sebenarnya ia hanya grogi dekat dengan makhluk keturunan adam itu.... mungkin itu sebabnya ia tak bisa menemukan cinta sejatinya. Karena cowok itu akan ilfeel lalu mundur teratur untuk mendekatinya.

Teng...teng...teng...teng...!!! lonceng akhir pelajaran bergemuruh dengan riuhnya, seriuh jeritan lega para penghuni kelas yang terdengar berirama. Ini adalah kelas XI IA 3, kelas Amanda dan sahabat sekaligus sepupunya, Kania.
“Nda, lo nggak ada les hari ini kan? temenin gue ke mall bentar ya!” ajak Kania.
“Ngapain? Males ah!”
“Ayo dong! Bentar kok! Gue Cuma mo beli buku”
“Buku apaan sih?” tanya Amanda heran. “Ah biar gue tebak! Pasti buku Harry Potter lagi ya???” sambungnya kemudian. Kania hanya nyengir kuda, tampangnya sungguh tak terbantahkan. Ibaratnya udah nggak bisa dibujuk buat dibatalin.
“Aduh kenapa sih lo suka banget baca gituan? Lagipula kenapa juga mau-maunya ngabisin duit buat beli buku kayak gitu?”
“Aduh jangan ceramah donk Nda! Ni tuh udah bulan Juli, gue udah nggak sabar nungguin HP kluar dari taon kemaren!” jawabnya bersemangat. Amanda tahu Harry Potter tuh keren abizzz, tapi ia lebih suka nonton filmnya daripada baca bukunya yang setebal kamus itu.
Sesampainya di mall, Kania menggiring Amanda dengan cepat ke toko buku. Wah nggak mereka sangka antreannya lumayan panjang. Banyak poster-poster Harry Potter di sana sini. Kania mulai panik, takut nggak kebagian novel yang ditunggu-tunggunya dengan tak sabar itu.
“Nia, ni buku nomer tujuh kan???”
“Hmm...” jawabnya sambil lalu. Kania sedang sibuk mempertahankan posisinya dalam antrean yang sudah mulai dibanjiri fans HP.
“Nomer enam kemaren judulnya The Goblet of Fire kan??”
“Ya ampun lo ini, judulnya aja lupa apalagi isinya! Payah lo!”
“Yee gue kan nggak sefanatik lo! Groupies!!!” omel Amanda.
“Rugi lo nggak fans ama HP!! Ni cerita paling menggemparkan di dunia! Ketenarannya akan selalu diingat seperti Star Wars!!” cerocos Kania bangga. Amanda hanya menggerutu.
“Iya temen lo bener. HP tuh keren lagi!” kata seorang cowok didepan mereka. Ikut nimbrung.
“Yee gue juga tau! Nguping aja lo!” jawab Amanda ketus. Sifat aneh ‘phobia dekat cowok’-nya mulai kambuh.
“Galak amat sih! Manis tapi kayak macan.” Komentar cowok itu sambil tersenyum jahil.
“Terserah gue donk! Udah ah Nia, gue cabut dulu, mo cuci mata! Gerah gue disini”
“Eh Nda! Gue gimana?”
“Ntar sms gue kalo udah”
“Yah temenin gue donk! Masa’ gue lo tinggal sendirian?”
“Sorry tapi gue alergi deket-deket sama Tuan Sok Pintar itu” jawab Amanda seraya menunjuk muka cowok tadi lalu beranjak pergi...
“Idih.. gue salah ngomong apa sih sama dia? Ketus amat!”
“Oh sorry, tapi temen gue emang gitu sama cowok. Alergi kali!”
“Lesbong ya?”
“Sembarangan lo! Dia normal, Cuma sedikit aneh. Sebenernya orangnya asik, Cuma jadi nggak jelas gitu kalo deket cowok”
“Emang aneh....” jawab cowok itu dengan tampang prihatin sekaligus penasaran.

* * *

Amanda menelusuri sepanjang jalan penuh pertokoan. Kanan kirinya dipenuhi aneka pemandangan menggiurkan, yang pastinya akan menggoda setiap iman ratu belanja. Amanda sesekali berhenti di salah satu etalase pakaian. “Pengeluaran di bulan tua itu sangat tidak berperikehematan!” begitu ia berprinsip. Meski sebenarnya ia punya credit card sendiri, ia bukan tipe cewek boros karena Amanda tidak terlalu doyan belanja, dirumahnya ia punya semua yang diinginkannya, gaun pesta, DVD player, televisi sendiri, tumpukan kaset DVD film teranyar, dan koleksi baju serta aksesoris pemberian dari tantenya. Tujuannya sekarang Cuma satu, mencari restoran cepat saji untuk mengisi perutnya yang mulai bergejolak. Amanda memasuki sebuah KFC, lalu memesan burger dan minumannya. Baru ia menggigit burgernya yang kedua kali, handphone Nokia seri N95-nya berbunyi.
“Ya halo!”
“Nda, elo dimana? Gue udah selesai nih!”
“Gue lagi makan di KFC, nggak jauh dari situ. Cepet kesini!”
“Oh, ya udah tungguin gue ya... jangan lupa pesenin gue makanan! Dua porsi ya! Soalnya gue ngajak orang nih!”
“Hah dua? Lo ngajak siapa?”
“Udah nggak usah banyak nanya! Sekarang gue kesitu!”. Tanpa sempat Amanda bertanya, Kania sudah menutup teleponnya. Amanda beranjak ke counter pemesanan.
“Mbak! Dua porsi burger lagi ya.. bisa tolong antar ke situ?”
“Iya tunggu sebentar ya mbak...” jawab si pelayan dengan ramah.
Tak berapa lama kemudian Kania menyapa dari arah belakang Amanda, yang kebetulan membelakangi pintu masuk.
“Oh hei... lama amat sih? Gue kan.....” kalimat Amanda terhenti begitu melihat orang nyengir di samping Kania.
“Hai! Tadi kan kita belom sempat kenalan. Nama gue Aditya.. elo?”
“Ih kok elo bawa dia sih Nia?”
“Abis orangnya asik diajak ngobrol. Jadinya gue ajak aja sekalian kesini. Sekaligus ucapan terima kasih gue, karena udah mau nemenin gue ngantri tadi.” Jawab Kania seraya duduk disamping Amanda.
“Duduk donk!” pinta Kania saat dilihatnya Aditya masih berdiri.
“Hmm.. kayaknya gue cabut aja deh. Kelihatannya temen lo ini sentimen banget sama gue.”
“Oh jangan dong! Kalo dia sih cuekin aja.. anggap aja radio rusak gitu! Nama miss jutek ini, Amanda. Nda ayo salaman!” paksa Kania disertai seringai penuh ancaman. Amanda hanya tersenyum kecut saat ia terpaksa harus menunjukkan itikad baiknya di depan cowok.
“Mbak ini pesanannya..”
“Makasih ya mbak.” Jawab Kania dengan wajah kelaparan.
“Eh lo kok tau sih makanan kesukaan gue? Jangan-jangan ini tanda-tanda kita jodoh lagi...” seloroh Aditya dengan PeDenya.
“Amit-amit deh! Gue kan Cuma mesenin yang Kania suka. Jangan GeeR deh lo!”
“Lo tambah manis kalo marah.” Jawab Aditya dengan entengnya. Mata Amanda terbelalak dan ia terbatuk-batuk keselek minumannya sendiri. Kania tak kalah terkejutnya dengan Amanda, baru kali ini ia melihat ada cowok yang berani menghadapi segala cacian dan sindiran pedas Amanda.
“Ha..ha..ha..ha... elo itu polos banget ya? Gitu aja salting” komentar Aditya. ‘kurang ajar banget sih nih cowok! Gue maki baru tau rasa lo!’ batin Amanda mangkel. Tiba-tiba Amanda berdiri.
“Elo tuh siapa sih? Baru kenal juga, sok deket banget sama kita?! Asal lo tau ya, gue nggak butuh gombalan lo! Gue Cuma mikir lo tuh cowok nggak tau sopan santun! Ngerti lo?!” maki Amanda dengan lancarnya.
“Nda...” panggil Kania, berusaha membuat Amanda sadar. Ia takut Amanda ngamuk-ngamuk nggak keruan.
“Gue nggak nafsu makan gara-gara lo! Nia cabut yuk!” ajak Amanda dengan paksa. Kania buru-buru berdiri, meraih plastik buku Harry Potternya lalu menjajari langkah Amanda yang berlalu lebih dulu. Sementara itu Aditya hanya tersenyum. Baru kali ini ia melihat ada cewek yang ogah deket-deket sama dia. Padahal di sekolahnya dulu ia termasuk The Most Wanted para cewek. Apalagi mereka memberinya gelar Man in The Year!
“Huh!! Gue sebel! Sebeeel! Kenapa sih ada cowok sesok dan senarsis itu di dunia ini?!” cerocos Amanda sesampainya mereka di tempat parkir. Selama perjalanan ke sini Kania hanya diam. Ia pun menawarkan dirinya untuk menyetir mobil Amanda, karena takut nyawanya melayang sia-sia saat Amanda nyetir dengan ugal-ugalan.
“Elo lagi! Ngapain juga ngajak dia makan sama kita? Lo tau sendiri kan dari awal gue udah nggak cocok ngomong sama dia!”
“Emangnya sejak kapan sih elo cocok ngomong sama cowok???” ledek Kania.
“Ya tapi kan dia itu kurang ajar banget! Nyebelin lagi!”
“Wajar kalee... lo sendiri? jutek banget sama dia. Padahal kan dia pertamanya ngomong sama lo baek-baek. Lo kan emang sentimen sama cowok. Kalo deket sama cowok penyakit lo pasti kambuh!”
“Maksud lo?”
“Ya penyakit ‘phobia deket cowok’ lo itu yang musti diperbaiki!”
“Sembarangan lo! Emang ada phobia kayak gitu?”
“Ada! Ya elo itu bukti nyatanya!”. Amanda mencubit lengan Kania sampai Kania mengaduh kesakitan lalu Kania teringat sesuatu...
“Tapi, gue terkesan sama cara dia memperlakukan lo..”
“Apaan sih?!”
“Kayaknya lo butuh cowok nekat buat menyembuhkan penyakit lo!”. Amanda tersenyum dengan terpaksa. Mereka pun tertawa bersama-sama.


Bersambung...

Comments(0) :: More >> [R] Mencari Cinta

  [C&C] Ai no Uta
Posted by Mikan Himura @ Sun Sep 02, 2007 12:24 pm
Untuk komen, saran, kritik, apa aja deh, silakan post di sini. Terima kasih!! Happy

Comments(3) :: More >> [C&C] Ai no Uta

  [R] Ai no Uta
Posted by Mikan Himura @ Sun Sep 02, 2007 12:18 pm
A/N : Er~ not sure apakah ber-Rating R atau M. Untuk permulaan, R dulu aja yah! Nanti kalau ceritanya berkembang lebih jauh, dinaikkan jadi M.

Ini arsip lama yang saya tulis di tengah liburan. Jadi, harap dimaafkan kalau bahasanya masih rada "kampungan"


==============================================
CHAPTER 1


Shibuya, tengah hari. Seperti Shibuya di hari-hari lainnya, Shibuya hari ini sangat padat. Orang-orang dan kendaraan berseliweran kesana kemari, seolah tidak menghiraukan teriknya matahari musim panas.
Di tengah keramaian orang berlalu lalang di trotoar, seorang gadis berambut panjang ikal berwarna pirang berusia 20-an bergaya gothic lolita baru keluar dari sebuah kafe yang cukup ramai. Sekilas penampilannya tidak jauh berbeda dengan gadis remaja di Shibuya pada umumnya, hanya saja dia berjalan sendiri. Dan sebuah pistol yang tersembunyi di balik gaunnya.

“Pukul 15.45, target baru saja keluar dari kafe. Target membawa bungkusan berisi tiga porsi bento, satu porsi sandwich, tiga softdrink dan satu capucinno dingin, tetapi target sudah menyelesaikan makan siangnya yang terdiri dari seporsi sandwich, air mineral dan secangkir espresso. Tampaknya dia membawa makanan tersebut untuk orang lain, kemungkinan besar komplotannya. Sepertinya target bisa membawa kita ke tempat persembunyiannya.” Gadis tersebut berbicara amat pelan pada microphone kecil di bajunya, sembari mengikuti target yang baru saja dibicarakan, seorang pria paruh baya yang mengenakan kemeja berwarna cerah dan kacamata matahari, menenteng bungkusan kantung kertas.

“Bagus! Tempel dia terus, usahakan agar bisa mengetahui tempat persembunyiannya! Ingat, jangan sampai terlihat mencurigakan,” jawab orang yang dihubungi gadis itu. Dia pun memutuskan hubungan.

Satsuki Kikumaru. Mahasiswi jurusan Kedokteran tingkat III Tokyo Daigaku. Termasuk mahasiswi terpandai di angkatannya. Selain pandai, dia juga cantik, bertata karma, tutur katanya sopan, persis seperti seorang Lady. Semuanya itu membuat Satsuki cukup terkenal, paling tidak di fakultasnya.

Namun, tak ada yang mengetahui kalau Satsuki punya kehidupan lain selain kehidupan mahasiswinya. Satsuki, Code Name Faye, adalah seorang agen rahasia Kepolisian Jepang yang cukup tangguh. Keahliannya dalam menyamar, diplomasi dan ketepatan menembak membuatnya sering bertugas membuntuti target, seperti sekarang.

Beruntung Satsuki tinggal di asrama, sehingga dia tidak perlu khawatir orangtuanya tahu. Yang mesti dia cemaskan hanya teman sekamarnya di asrama. Akhir-akhir ini, dia mulai curiga dan tidak puas dengan penjelasan Satsuki bahwa dia harus mengikuti “kursus merangkai bunga dan upacara minum teh” diluar jadwal kuliahnya.

“Hei, Faye!” sebuah suara riang berseru di telinganya. Satsuki tersentak, untungnya dia cepat mengendalikan diri sehingga tidak melakukan gerakan yang mencurigakan.

“Cheryl! Mau apa kau?! Apa kau tak tahu aku sedang tugas? Dasar bodoh!” Satsuki membisikkan umpatan. Dia terpaksa menjaga jarak dengan buruannya, takut kalau-kalau suaranya terdengar, atau sikapnya terlihat tidak wajar. Walaupun sepertinya itu mustahil, karena suaranya tertelan keramaian Shibuya.

“Iya, aku tahu kau sedang tugas, barusan kan kau sudah memberi laporan. Dan ingat, aku itu Kapten Tim penyelidikan ini, jadi jangan senaknya saja memanggilku bodoh.” Rupanya Cheryl ini adalah orang yang barusan dihubungi oleh Satsuki. Cheryl adalah senior Satsuki di Kepolisian, tetapi dia selalu melarang Satsuki memanggilnya Senpai. Kecuali kalau dalam misi seperti sekarang ini.

Faye menggertakkan giginya. Dia kesal juga, bukankah sebelumnya dia selalu bersikap formal pada Cheryl dalam misi? Dia mengumpat karena sikap Cheryl yang kekanak-kanakan membuatnya sedikit kesal.

“Aku pingin tahu, apa pendapatmu tentang targetmu itu? Tampan, nggak?” nada riangnya sama sekali tidak berubah. Faye kembali menggertakkan giginya menahan marah. Kali ini, dia tak bisa mengeluarkan amarahnya. Tidak dengan target yang berada sekitar 3 meter didepannya, dan orang-orang di jalan. Bisa-bisa dia dianggap gila, berteriak-teriak memaki-maki sendiri.

“Untuk seseorang yang terlihat seperti pria paruh baya yang hobi membuang uang seperti dia? Kuberi dia 4,5. Puas? Sekarang, jangan ganggu aku lagi dengan pertanyaan tidak penting! Lagipula, dia lebih cocok jadi ayahmu daripada jadi kekasihmu!” Faye hendak memutuskan pembicaraan, sebelum Cheryl berseru menyela.

“Ada apa lagi?! Jangan buat aku naik darah!” Faye membentak dalam bisikan.

“Hei, tak usah segalak itu. Aku cuma mau menambahkan, kau jangan terlalu berharap tergetmu akan membawa kita ke sarangnya. Dia hanya membawa sedikit makanan kan? Kemungkinan besar ini hanya tempat persembunyian sementara, untuk tempat transaksi atau menyekap sandera. Tapi aku berani bertaruh mereka sedang menyekap sandera,” jelas Cheryl. Faye tertarik dengan penjelasan Cheryl. Meskipun kelakuan Cheryl kekanak-kanakan dan terlihat seperti model cantik berotak kosong, tapi kemampuannya dalam menarik deduksi dan Hacking komputer sangat hebat. Amarah Faye mereda.

“Apa yang membuatmu seyakin itu?”

“Dia membawa sandwich, jenis makanan yang bisa dimakan dengan menggunakan tangan. Juga capucinno dingin. Itu tipe makanan yang biasa diberikan penculik pada sanderanya, untuk menghindari kemungkinan sandera menyerang menggunakan sumpit atau minuman panas. Oh, dan juga, dia hanya membawa makanan untuk sekali makan. Jadi kemungkinan pertukaran dengan sandera akan dilakukan sebelum makan malam. Kalau targetmu tergesa-gesa, berarti mereka akan mengadakan pertukaran sebentar lagi. Tapi bisa saja aku salah, jangan terlalu berharap. Bisa saja itu pesanan temannya yang sangat pemilih dalam hal makanan.”

“Aku lebih suka dugaan teman yang pemilih makanan daripada sandera. Kalau memang benar mereka mempunyai sandera, seharusnya laporannya sudah sampai di Arsip Kepolisian. Dan lagi, sandera membuat pekerjaan kita lebih berat.”

“Bukannya kau menyukai tantangan semacam itu?”

“Halo, Cheryl! Tantangan yang ini melibatkan nyawa manusia! Aku tak suka kalau harus bertanggung jawab atas nyawa manusia!”

“Aku juga sama. Tapi, mengingat dia membawa tiga porsi makanan dengan jenis yang sama, kecil kemungkinan dia akan menghiraukan permintaan seorang temannya untuk membeli makanan yang berbeda jenis. Kecuali bila orang itu jabatannya lebih tinggi dari dia.”

“Jadi? Kau yakin kalau mereka memang mempunyai sandera?”

“Beri aku lima menit. Aku periksa dulu,” kata Cheryl. Lima menit kemudian,

“Aku sudah memeriksa laporan kriminal selama seminggu ini, tapi tak ada kasus penculikan yang dilakukan oleh orang-orang yang kita curigai, atau apapun yang berhubungan dengan kasus yang sedang kita tangani ini. Dugaanku, orang yang mereka culik adalah orang penting yang berhubungan erat dengan kepolisian, atau keluarga dari pejabat kepolisian, sehingga mereka merahasiakan kejadian ini.”

“Mm…kalau itu benar, sepertinya sandera mereka adalah pejabat penting di Kepolisian, atau malah seorang agen seperti kita. Karena mereka tidak menyekap sandera di markas mereka. Pintar juga mereka, menghindari resiko markas mereka ketahuan. Ya ampun, tugas kita jadi lebih berat jadinya. Cheryl, coba cari tahu siapa agen atau petugas Kepolisian yang tidak masuk kerja atau tidak melaksanakan tugas selama seminggu ini.”

“Hei, kau sudah berani memerintah atasanmu?”

Faye menghela nafas.

“Cheryl, tolong cari tahu siapa agen atau petugas Kepolisian yang tidak masuk kerja atau tidak melaksanakan tugas selama seminggu ini. Terima kasih.”

“Bagus. Oke. Tunggu sebentar.” Satsuki memutar bola matanya. Tidak sampai lima menit, Cheryl sudah mendapatkan data yang diinginkan.

“Cheryl, orang yang kubuntuti memasuki sebuah hotel. Oh, tidak, dia berbelok ke jalan belakang sebuah perusahaan Delivery. Dan…Oh, ya ampun, dia menyamar sebagai pengantar paket di hotel! Harus kuakui, mereka sangat cerdas. Mereka sudah mengantisipasi semua kemungkinan mereka dibuntuti.”

“Tapi semua itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kemampuanmu membuntuti orang, kan?” Satsuki tersenyum kecil mendengar pujian Cheryl.

“Voila. Ini dia. Ada banyak nama yang muncul, tapi aku mengeliminasi beberapa yang kelihatannya tidak mungkin. Detektif Kiriya, seharusnya bertugas di Hokkaido sejak lima hari lalu, namun laporan tugasnya belum masuk ke markas. Aku berani bertaruh dia terlalu asyik bermain dengan gadis-gadis seperti biasanya, sehingga tidak sempat lapor. Ini kebiasaan buruknya. Kita coret saja dari daftar. Lalu ada Jendral Nagakurai, tidak masuk kantor sejak tiga hari lalu. Menurut keterangan, usus buntunya kambuh, dan sedang menjalani perawatan. Kelihatannya ini benar, sebab dokter pribadinya yang memberi keterangan. Detektif Ichimaru, cuti selama seminggu terhitung dari tiga hari lalu. Katanya piknik keluarga ke kampung halamannya di Pulau Honshu. Kelihatannya dia baik-baik saja, tak ada hal buruk yang menimpanya. Lalu…

Oh, Wow.” Seruan kaget Cheryl membuat Satsuki penasaran.

“Hei, Cheryl! Ada apa?” Cheryl terdiam sebentar.

“Kau pasti tidak percaya ini.”

“Memangnya ada apa? Jangan buat aku penasaran!” kejar Satsuki.

“Ada satu orang yang kelihatannya cocok dengan deduksiku. Dia agen CIA berkewarganegaraan Jepang, anggota tim yang menyelidiki jalur perdagangan gelap senjata. Aku salut, mereka hebat sekali. Mereka menyelidiki komplotan yang sama dengan kita, tapi kita sama sekali tidak menyadari keberadaan mereka. Tapi ini membuatku sedikit kesal. Mereka seolah tidak menganggap keberadaan Kepolisian Jepang. Padahal kita kan sudah berusaha keras dalam penyelidikan kali ini...” ucapan Cheryl terpotong oleh bentakan tak sabar Faye.

“Cheryl, bisa kan kau simpan pendapatmu itu nanti? Ini keadaan darurat! Cepat teruskan penjelasanmu, siapa agen itu?”

“Oke, oke! Sabar sedikit dong! Usianya sebaya denganmu. Saat ini dia sedang kuliah di New York Music School. CIA merekrutnya karena dia pernah berhasil membantu NYPD meringkus jaringan narkoba di New York. Yah, meskipun motifnya adalah balas dendam karena temannya mati over dosis, CIA tetap merekrutnya karena kemampuan deduksi serta instingnya yang tajam. Dia juga atlit menembak yang cukup hebat. Ketepatannya menembak sudah tidak diragukan lagi. Sepertinya kemampuannya sebanding denganmu. Dia sudah berada di Jepang selama dua minggu, dan menghilang sejak tiga hari lalu. Alasan menghilangnya tidak dilaporkan. Ini mencurigakan.”

“Lalu siapa agen itu?”

“Faye, jangan kaget ya. Code name-nya Holmes. Namanya...Nagi Tsukifuji.”

Satsuki seolah disambar halilintar.

================================================

Bersambung dulu ya...

Komen silakan di Thread sebelah. Terima kasih!!


Comments(0) :: More >> [R] Ai no Uta

  (C&C)SENJA DI KAIMANA
Posted by prongs @ Fri Jul 20, 2007 9:28 pm
Cerita ini aku tulis 5 kali deengan 5 jalan cerita dan ending yang berbeda. yang ini versi ter akhir tapi masih berupa fragment. butuh waktu untuk menjadi 1 cerita utuh.

potongan cerita

KAPAL INDUK ARMADA KE 21 KRI MENJANGAN WULUNG
Aku melihat kakak berjalan ke arahku, oh tuhan tampaknya dia masih marah. Wajar saja dia marah padaku, aku telah menciumnya didepan lelaki pujaannya. Ditambah aku telah meninju wajah lelaki itu, yah adik macam apa aku ini. Pasti peristiwa itu membuatnya malu. Untungnya dia tidak melihatku, oh hey kenapa dia kelihatan murung begitu? OOps tidak ada waktu lagi aku harus segera menghindari kakak. Arrgh tidak ada waktu lagi, tanpa pikir panjang aku segera masuk keruangan di sebelah ku. Gumbraaang terdengar suara benda berjatuhan tidak karuan. Dan "yess masta" suara itu sukses menarik perhatian kakak. "Kau tidak apa apa?" Tanya kakak dingin sembari menjulurkan tangannya. Bukkk aku menarik kakak jatuh dalam pelukanku. "Sasurya! apa apaan ini" Seru kakak dengan marah. "lepasiiin!!!" sahutnya sambil meronta ronta dipelukanku. "I Love You" Kataku sambil menciumnya keningnya dengan lembut. "Oh" Jawabnya datar, "betulkah kamu mencintaiku?" tanyanya. "Pria yang kau tinju tadi siang juga mengatakan hal itu, guru fisika yang kau banting lima tahun yang lalu juga mengatakan hal yang sama" katanya datar. "tapi mereka pembohong!" serunya frustasi. "kakak!!!" aku mulai melumat bibir kakak. ......................

Comments(0) :: More >> (C&C)SENJA DI KAIMANA

  [R]SENJA DI KAIMANA
Posted by prongs @ Fri Jul 20, 2007 9:23 pm
Rating PG 13+

SENJA DI KAIMANA


Tentang Sasurya seorang prajurit Wajib Militer yang mencintai Nawangwulan kakak tirinya

Synopsis

Sasurya mencintai kakak tirinya sejak kecil. Dia selalu berusaha dekat dengan kakaknya. Tapi perang memisahkan mereka berdua, Sebagai anggota wajib militer dia dikirim ke tata surya Kai Mana 21, tempat kakaknya menjadi perawat. Mereka bertemu kembali di planet Kai'Mana Prima, pertemuan mereka terjadi ketika Sasurya terluka dan Nawangwulan lah yang merawat lukanya.Sejak pertemuan itu benih cinta mulai tumbuh antara keduanya, inilah kisah cinta terlarang mereka.

Bag 1

Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut Dolores III

Aku membuka mataku, gemerlap sinar mentari pagi yang "cling cling" menyilaukan mataku. "Dimana ini?" pikirku, aku berada di sebuah kamar yang serba putih. Kulihat kakak duduk tertidur disebelahku, dia masih memakai seragam perawatnya. Dengan perlahan lahan aku mengusap rambutnya yang halus itu. Aku memandangi wajah cantik kakak. Pikiranku mulai membuka ingatan yang tersimpan disudut otakku. Sepuluh tahun yang lalu ayah menikah lagi dengan saudara sepupunya. Wanita itu membawa seorang anak gadis yang lebih tua dariku. Itulah saat pertamakali aku bertemu kakak. Cinta pertama sekaligus cinta terakhirku.

Tanpa terasa air mataku menetes. Aku mulai teringat betapa beratnya hidup memendam cinta. Melihat kakak yang tertidur disampingku benar benar melepaskan semua beban hatiku. "Sasurya" sebuah bisikan mesra membuyarkan lamunanku. Oh kakak sudah bangun rupanya. Bagi seorang prajurit sepertiku ini. Saat saat bersama orang yang kami cintai merupakan saat saat emas. "Kapan dia keluar?" tanyaku sambil mengusap perut kakak yang besar. "kata dokternya 6 bulan lagi" jawabnya. "mudah mudahan saat itu perjanjian sudah ditandatangani" keluh ku. "berjuanglah, jangan pernah ragu, aku akan selalu menunggumu disini" sahut kakak. Kami sama sama tersenyum, pagi itu merupakan saat saat yang tak akan kami lupakan

Comments(2) :: More >> [R]SENJA DI KAIMANA

  Welcome

The time now is Thu Jul 24, 2008 8:02 am

All times are GMT + 7 Hours

  Log in
Username:

Password:

 Remember me


I forgot my password

Don't have an account yet?
You can register for free!
 
  Member Blogs

Put Member Blogs Links Here!

  Who is Online

In total there are 0 users online :: 0 Registered, (0 Hidden) and 0 Guests

Members online: None

[ View complete list ]

Most users ever online was 14 on Wed Nov 01, 2006 8:50 pm

0 users online today:


  Recent Posts
[Touhou] The Bad End Theatre
  by CantaLoupe
  on Sun Jun 15, 2008 3:26 am

[R]SENJA DI KAIMANA
  by prongs
  on Sat Apr 26, 2008 10:32 pm

[C&C] The Bad End Theatre
  by CantaLoupe
  on Sun Mar 23, 2008 4:55 am

Birthday today..
  by ambudaff
  on Thu Jan 24, 2008 1:18 pm

Perkenalan
  by yukifatha
  on Thu Jan 10, 2008 10:50 am


  Web Search
Google




Powered by phpBB © 2001, 2005 phpBB Group


Free Forum Free Top Site List
Make this Forum Ad-Free